
Download Setup File from Downloader (100% Working Link)
Oleh: Aa Djamaludin
Seburuk buruknya ujian adalah pengangguran. Ini serius bro! Jika anda kerja walau hasilnya buruk, pastilah tetap diganjar sallary. Belum lagi pahala kerja dari Tuhan. Mertua berikut istri juga sumringah ngga pasang “muka perang” kalau lihat kita. Lha kalau orang nganggur, gaji bulanan ngga punya. Apalagi gaji harian. Belum tentu juga dapat pahala dari Tuhan, orang mengganggur, ngga ada kerjanya. Dapat pahala dari mana? Dari Hong Kong? Terus Tuhan yang mana yang mau kasih pahala?
Belum lagi dengar jerit lirih anak yang
minta mimi susu. Istri yang tiba-tiba berubah profesi jadi “vokalis
rock” karena lihat suaminya luntang lantung menganggur. Tambah lagi
mertua yang kalau ketemu langsung pasang muka najis mugholazdoh, ”Enak
amat lo yah! Tiap malam anak gue “diberdayakan”. Di kasih makan kagak!
Lo fikir anak gue abis lahir terus ditiup dah dan langsung gede? Dan apa
lo fikir anak gue ngga di kasih makan apa? Terus besar dengan
sendirinya begitu?” mungkin kira-kira begonoh hina dina mertua pada menantu yang mengganggur ini
Ajaibnya lagi cobaan tak tertanggungkan
itu menimpa Brad Pot. Pedih nian nasib cowok metro seksual yang setengah
matang ini. Setelah mengganggur sekian lama akhirnya ia mendapat
panggilan kerja. Usai berbagai test dan lulus, Brad Pot hanya perlu
lulus test wawancara untuk meruntuhkan status pengangguran yang sangat
tak tertanggungkan itu.
Sebelum test di mulai Brad Pot sudah
terlebih dahulu menghimpun data yang banyak berkaitan siapa yang
mewawancari? Seperti apa karakternya? Apa yang ia sukai? Makanan yang
jadi favorit dan lain sebagai nya.
Setelah seruduk sana sini akhirnya Brad
Pot mampu menghimpun banyak data tentang orang yang bakal
mewawancarainya itu. Namanya Bu Joli wanita dengan kinasih yang
bertubi-tubi. Memiliki cinta yang meluap-luap terhadap keluarga dan di
atas semua itu Bu Joli sangat menghormati lelaki yang sangat sayang sama
istri. Sayang sama istri di situlah esensinya.
Wawancarapun berlangsung khidmad dan
akrab, Bu Joli salut dengan jawaban-jawaban lugas dari Brad Pot. Ketika
menyerempet ke titik kulminasi sesi wawancara ini, Bu Joli, menjelaskan
bahwa para pekerja yang lebih sayang sama istri memliki tanggung jawab
yang lebih besar terhadap pekerjaan dari pada para pekerja yang tidak
sayang sama istrinya, Ok.. by the way seberapa sayang anda sama istri?”
Dengan sangat khidmad, penuh kewibawaan
dan keinginan yang besar agar Bu Joli tertarik dan langsung
memperkerjakan, Brad Pot menjawab, “Jangankan sama istri sendiri. Lha wong, istri orang saja saya sayaaaang banget!”
Bu Joli mengangga dan meletup. ” Sana pergi ke Planet Pluto naik onta!
Kamu saya pecat sebelum kerja!” mendengar jawaban yang sangat penyayang
ini, tak hanya sekedar mengusir Brad Pot, rasanya ingin sekali Bu Joli ngebom gedung DPR yang sarat kekisruhan dan kegentingan itu.

Ingin Ngebom Gedung DPR Download Free
|
Masukan Email Sobat Untuk Mendapatkan Update Artikel Terbaru |
||




0 comments:
Post a Comment
[Enjoy]